Image ilustrated AIO Console Game
Teknosarena - Bayangkan meja gamingmu, biasanya ada tumpukan kabel yang semrawut, tiga colokan listrik yang penuh, dan rak yang sesak karena ada kotak putih besar (PS5), kotak hitam (Xbox), dan docking kecil Switch. TeknosBro, modder yang satu ini memutuskan bahwa "cukup sudah kekacauan ini."
Dia menciptakan sebuah mesin yang dinamakan "The Requiem Box" (mungkin terinspirasi dari aura gelap seri Resident Evil terbaru). Ini adalah sebuah chassis kustom yang di dalamnya terdapat organ-organ asli dari ketiga penguasa pasar konsol dunia.
Membedah Jantung, Bukan Emulasi, Tapi Kanibalisasi, Poin paling penting yang harus kamu tahu, TeknosBro, adalah mesin ini bukan PC yang menjalankan emulator. Modder ini melakukan tindakan "ekstrim": dia membeli PS5 Pro, Xbox Series X, dan Switch 2 yang baru saja rilis, lalu membongkar semuanya.
Dia mengambil motherboard asli (PCB) dari masing-masing konsol. Tantangan terbesarnya bukan cuma soal tempat, tapi soal bagaimana membuat tiga sistem operasi yang berbeda Sony, Microsoft, dan Nintendo bisa "akur" berada berdampingan tanpa saling mengganggu sinyal frekuensi satu sama lain. Ini adalah level keahlian soldering dan wiring tingkat dewa yang mungkin bikin teknisi pabrik sekalipun angkat topi.
Solusi Pendingin: Satu Loop untuk Tiga Naga, Kalau satu konsol saja bisa bikin kamar hangat, bayangkan tiga konsol dalam satu kotak. Ini adalah mimpi buruk termal. Di sinilah letak kejeniusan proyek ini.
Si modder tidak menggunakan kipas angin biasa. Dia membangun sistem Custom Water Cooling Loop yang masif. Ada tiga water block kustom yang menempel ketat di atas chip APU PS5, Xbox, dan prosesor Nvidia terbaru milik Switch 2. Semuanya dihubungkan oleh pipa-pipa cairan pendingin (coolant) berwarna neon yang mengalir ke satu radiator raksasa di bagian belakang.
Hasilnya? Mesin ini jauh lebih sunyi daripada PS5 standar saat menjalankan game berat. TeknosBro, melihat cairan pendingin itu mengalir sambil melihat lampu indikator ketiga konsol menyala adalah pemandangan paling estetik di tahun 2026.
Problem pada Switch 2, Tantangan Terberat, Kenapa Switch 2 jadi sorotan? Karena di tahun 2026, Switch 2 adalah barang baru dengan arsitektur yang lebih kompleks dari pendahulunya. Mengintegrasikan sistem docking Switch ke dalam mesin AIO sangatlah sulit karena Switch 2 punya fitur handheld-to-dock yang sangat cepat.
Modder ini harus mengakali jalur output video agar Switch 2 bisa mendeteksi bahwa dia sedang "terpasang" secara permanen di dalam mesin AIO tersebut, sambil tetap menjaga performa boosted mode-nya tetap stabil. Ini adalah bagian yang paling banyak dipuji oleh para pakar teknologi; dia berhasil menaklukkan proteksi hardware Nintendo.
Manajemen Daya: Satu Kabel untuk Berkuasa, Masalah lain yang sering muncul di proyek modding adalah kabel power. Biasanya kamu butuh tiga adaptor. Tapi tidak di sini. Mesin "Monster" ini menggunakan Power Supply (PSU) Server 1200W.
Dengan sistem distribusi daya kustom, si modder berhasil membagi aliran listrik ke ketiga motherboard hanya dengan satu kabel power standar. Ada sistem keamanan otomatis di mana jika suhu salah satu konsol terlalu tinggi, PSU akan memutus aliran ke bagian tersebut tanpa mematikan konsol lainnya. Ini adalah engineering yang sangat rapi dan aman.
Satu Remote, Satu Layar, Tanpa Ribet, Pernah merasa malas harus ganti input HDMI di TV setiap mau ganti konsol? Mesin AIO ini punya Internal HDMI 2.1 Switcher.
Hanya ada satu lubang HDMI di bagian belakang mesin ini yang dicolok ke TV 4K/144Hz milikmu. Di bagian depan mesin, ada panel sentuh kecil atau bisa dikontrol lewat aplikasi di smartphone untuk memilih: "Mau main Game Pass, mau main eksklusif Sony, atau mau main Mario?" Sekali tekan, layar langsung berganti tanpa ada delay berarti. Ini adalah definisi kenyamanan maksimal bagi gamer sultan.
Berapa Harganya dan Apakah Layak?, Sekarang kita bicara realita, TeknosBro. Proyek ini memakan biaya riset dan bahan sekitar $8,000 sampai $10,000 (hampir 150 juta Rupiah!).
Apakah layak? Bagi kebanyakan orang, tentu tidak. Lebih murah beli satu-satu. Tapi bagi kolektor dan pecinta teknologi, ini adalah simbol status. Ini adalah bukti bahwa batas antara platform hanyalah sebuah dinding plastik yang bisa dihancurkan oleh kreativitas.
Selain itu, ada masalah garansi. Begitu mesin ini dirakit, garansi resmi dari Sony, Microsoft, dan Nintendo otomatis hangus. Kalau ada satu komponen yang rusak, kamu tidak bisa membawanya ke service center biasa. Kamu harus mengirimnya kembali ke si modder atau memperbaikinya sendiri.
Proyek modding All-in-One PS5, Xbox, dan Switch 2 ini adalah sebuah monumen bagi gairah komunitas gaming di tahun 2026. Ini membuktikan bahwa di tengah persaingan bisnis yang ketat antar perusahaan besar, di tangan gamer, semua perbedaan itu bisa disatukan dalam satu kotak yang indah.
Mungkin kita tidak akan pernah melihat konsol seperti ini dijual secara resmi di toko. Tapi kehadiran "The Requiem Box" ini memberikan kita inspirasi: bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang bisa menyatukan, bukan memisahkan.
