AirTag 2: Evolusi Sang "Malaikat Penjaga"

 

Ilustrasi Apple Air tag 2 saat digunakan.

Teknosarena - Pernahkah Anda merasakan detak jantung yang tiba-tiba berpacu kencang saat merogoh saku dan menyadari kunci motor atau dompet tidak ada di sana? Perasaan panik itu adalah sesuatu yang universal. Itulah alasan mengapa ketika Apple merilis AirTag pertama kali pada tahun 2021, perangkat kecil berbentuk koin itu langsung menjadi primadona. Namun, setelah empat tahun berlalu, teknologi tentu perlu berevolusi. Di sinilah AirTag 2 hadir sebagai jawaban atas segala kekurangan pendahulunya, sekaligus membawa standar baru dalam dunia pelacak pintar.

Banyak yang bertanya, "Apa sih bedanya? Kan fungsinya cuma buat melacak?" Jawabannya ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan koordinasi GPS. Apple melakukan perombakan besar di balik cangkang putihnya yang mungil untuk memastikan barang Anda tidak hanya "ketemu", tapi ketemu dengan lebih cepat, lebih aman, dan lebih cerdas.

Keamanan: Menutup Celah Para Penguntit, Otak Baru: Chip U2 yang Jauh Lebih "Peka", Jika AirTag generasi pertama mengandalkan chip U1, maka AirTag 2 kini dipersenjatai dengan Chip Ultra-Wideband (UWB) generasi kedua, atau Chip U2. Apa pengaruhnya bagi kita sebagai pengguna sehari-hari?

Bayangkan Anda kehilangan kunci di dalam sebuah gudang yang penuh dengan tumpukan kardus. Dengan chip lama, Anda mungkin harus berkeliling cukup dekat sebelum iPhone Anda bisa memberikan petunjuk arah yang akurat. Dengan chip U2—yang juga ditanamkan pada iPhone 15 dan seri terbaru lainnya—jangkauan komunikasinya meningkat hingga tiga kali lipat.

Artinya, iPhone Anda bisa mendeteksi keberadaan AirTag 2 dari jarak yang jauh lebih luas. Fitur Precision Finding (pencarian presisi) kini terasa jauh lebih stabil. Panah penunjuk arah di layar iPhone Anda tidak lagi "bingung" atau melompat-lompat saat Anda mendekati objek. Ini adalah lompatan besar bagi mereka yang sering kehilangan barang di tempat-tempat luas seperti area parkir mal atau bandara yang padat.

Soal Keamanan Menutup Celah Para Penguntit, Apple berada di posisi yang cukup sulit saat merilis AirTag 1. Di satu sisi, perangkat itu sangat membantu pemilik barang. Di sisi lain, ada oknum nakal yang memanfaatkannya untuk menguntit orang lain (stalking). Salah satu trik yang sering digunakan penjahat adalah mencopot atau merusak speaker internal AirTag agar perangkat itu tidak mengeluarkan suara saat terdeteksi mengikuti orang asing.

Pada AirTag 2, Apple menunjukkan keseriusannya dalam hal privasi. Desain internalnya dirombak total agar komponen speaker-nya sangat sulit untuk dinonaktifkan tanpa merusak perangkat secara keseluruhan. Apple ingin memastikan bahwa jika ada AirTag tak dikenal yang "mengikuti" seseorang, perangkat tersebut pasti akan bisa berbunyi dan memberi peringatan.

Langkah ini adalah bentuk komitmen Apple untuk menjaga kepercayaan publik. Mereka ingin AirTag dikenal sebagai alat bantu, bukan alat mata-mata. Dengan sistem keamanan yang lebih "bandel", AirTag 2 kini menjadi perangkat pelacak yang paling etis di pasaran.

Integrasi dengan Dunia "Spasial" Apple, Salah satu kabar paling menarik adalah bagaimana AirTag 2 akan bekerja sama dengan headset Apple Vision Pro. Di era komputasi spasial, mencari barang tidak lagi hanya melihat layar ponsel, tapi bisa dilakukan secara visual di ruang nyata.

Bayangkan Anda sedang menggunakan Vision Pro, dan Anda bertanya, "Di mana dompet saya?" Melalui kacamata tersebut, Anda mungkin akan melihat pendaran cahaya virtual atau tanda panah digital yang melayang langsung di atas tempat dompet Anda terselip di antara bantal sofa. AirTag 2 dirancang untuk mengirimkan data lokasi yang sangat presisi yang bisa diterjemahkan oleh sensor Vision Pro ke dalam ruang tiga dimensi. Ini terasa seperti sihir, tapi inilah arah masa depan teknologi Apple.

Desain yang Tetap Akrab, Tapi Lebih Kuat, Apple memilih prinsip "jika tidak rusak, tidak usah diubah secara radikal" untuk bentuk fisiknya. AirTag 2 tetap berbentuk bulat seperti koin. Keputusan ini sangat masuk akal karena jutaan aksesori, mulai dari gantungan kunci Hermes hingga pelindung silikon murah di toko daring, sudah dibuat untuk bentuk tersebut. Apple tidak ingin membuat aksesori lama Anda menjadi sampah.

Namun, ada peningkatan pada sisi daya tahan. Materialnya dikabarkan lebih tahan gores, dan rating ketahanan air serta debunya (IP rating) ditingkatkan. Jadi, jika AirTag 2 Anda terjatuh ke dalam lumpur atau terendam air hujan di luar ruangan dalam waktu lama, peluangnya untuk tetap hidup jauh lebih besar dibandingkan generasi pertama.

Kekuatan Jaringan "Find My" yang Tak Tertandingi,Yang membuat AirTag tetap menjadi raja pelacak bukan hanya perangkat kerasnya, tapi jaringannya. AirTag 2 memanfaatkan miliaran perangkat Apple di seluruh dunia (iPhone, iPad, Mac) sebagai "antena" raksasa.

Bahkan jika AirTag Anda berada di luar jangkauan Bluetooth ponsel Anda, ia akan mengirimkan sinyal aman kepada perangkat Apple milik orang asing yang lewat di dekatnya. Sinyal ini kemudian dikirim ke iCloud sehingga Anda bisa melihat lokasinya di peta. Semua proses ini terjadi secara anonim dan terenkripsi total. Di versi kedua ini, proses pengiriman data tersebut diklaim lebih hemat daya dan lebih cepat diperbarui.

Jadi, Apakah Layak untuk Upgrade?

Bagi Anda yang sudah memiliki AirTag lama dan merasa semuanya masih baik-baik saja, mungkin Anda belum butuh segera menggantinya. Namun, bagi Anda yang:

  • Sering bepergian dan membutuhkan akurasi pelacakan tingkat tinggi.
  • Sangat peduli dengan isu keamanan dan privasi.
  • Sudah menggunakan iPhone seri terbaru (15 ke atas) untuk memanfaatkan chip U2.
  • Atau baru ingin memulai menggunakan pelacak barang.

Maka, AirTag 2 adalah investasi yang sangat sepadan. Ia memberikan ketenangan pikiran yang lebih baik. Dalam dunia yang serba cepat ini, kehilangan waktu sepuluh menit hanya untuk mencari kunci adalah sebuah kerugian. AirTag 2 hadir untuk memastikan Anda tidak perlu kehilangan waktu tersebut lagi.

Apple sekali lagi membuktikan bahwa untuk menjadi yang terbaik, mereka tidak perlu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tapi cukup menyempurnakan apa yang sudah ada hingga mendekati sempurna.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak